Rabu, 04 Januari 2017

Pengalaman Liburan di Indonesia : Bukittinggi

gambar dari antarasumbar.com
Bukittinggi kota wisata, tentu saja itu bukan sekedar slogan. Kota yang pernah menjadi ibukota negara Indonesia ini memang memiliki banyak sekali tempat wisata, baik wisata alam, budaya maupun sejarah. Bukittinggi yang merupakan kota terbesar kedua di Sumatra Barat memang sudah sejak lama menjadi tujuan wisata dan liburan di Indonesia. Tidak hanya dari turis domestik, tapi juga mancanegara. Tidak mengherankan jika setiap tahunnya hotel-hotel yang ada di Bukittinggi tidak pernah sepi pengunjung. Jadi buat kamu yang ingin berlibur ke kota ini, sebaiknya booking hotel sejak jauh hari. Apalagi jika mendekati musim liburan.

Saya bukan asli Bukittinggi, meskipun masih berasal dari Sumatra Barat juga. Tapi saya beruntung sempat tinggal dan menikmati keindahan kota wisata ini selama tujuh tahun untuk pendidikan. Jadi saya akan membagi kenangan "liburan panjang" saya itu di sini. Ini akan jadi pengalaman liburan di Indonesia yang tak akan pernah saya lupakan. Saya tidak yakin berapa lama waktu yang bisa kamu habiskan untuk mengunjungi semua tempat wisata di Bukittinggi sepuasnya.



Akses menuju Bukittinggi sangat mudah dicapai, di kota ini memang belum ada bandara. Tapi kamu hanya butuh waktu sekitar dua jam saja dari Bandara Internasional Minangkabau di Padang menuju Bukittinggi. Selama dua jam perjalanan itu sangat disarankan agar kamu tidak tertidur, karena pemandangan di jalanan yang anda lalui tidak kalah indahnya. Dulu saya sering bolak-balik Padang Bukittinggi dan saya tidak pernah bosan menatap pemandangan di luar bus.

Mendekati musim liburan, jalanan akan sangat macet. Jalur mobil dari Padang menuju Bukittinggi biasanya akan dialihkan ke Malalak, bukan jalan lintas Sumatra lagi. Tapi bagi saya ini juga sangat menakjubkan. Meskipun memakan waktu tiga kalilebih lama, tapi pemandangan di jalan sudah cukup menggantikan waktu itu. Kita akan dibawa menyusuri perkampungan Agam dan Pandai Sikek yang yang masih kental budayanya. Nanti juga akan melewati jalur kelok ampek puluah ampek yang dibawahnya ada latar danau Maninjau. Di perbukitan puncak lawang akan ada banyak kebuntebu di pinggir jalan.

Perkebunan tebu di puncak lawang, gambar dari travel.detik.com
Disini kita bisa membeli tebu langsung dari petani dan menyaksikan pengilangan tebu. Di puncak lawang ini juga ada resort dan arena bermain Poin Blank yang bisa dikunjungi. Di tempat ini juga sering diadakan even paralayang.Dari Lawang ini tinggal menuruni bukit saja untuk sampai di kota Bukittinggi.

Jika sudah sampai dan check in, berikut ini beberapa destinasi yang harus kamu kunjungi selama di Bukittinggi :
Mulai perjalanan anda pada ikon Kota yang Melegenda : Jam Gadang

gambar dari bangsaid.com





 Jam gadang tepat berada di jantung kota bukittinggi. Hotel-hotel besar seperti The Hills, Rocky atau Benteng juga berada tidak jauh dari sini. Di sekitar jam gadang terdapat taman yang bisa digunakan untuk bersantai. Di taman ini banyak berjualan pedagang kaki lima. Mulai dari aksesoris, mainan, hingga makanan unik. Satu makanan yang harus dan wajib anda coba di sekitar jam gadang adalah "pensi" dan "karupuak kuah". Pensi adalah kerang air tawar yang dimasak dengan bumbu yang gurih, biasanya dijual bersamaan dengan kerupuk kuah. Kerupuk kuah adalah kerupuk ubi (sejenis opak) yang dilapisi dengan kuah sate padang dan bihun goreng. Harganya cukup murah, hanya Rp. 5.000,-.

Lanjutkan perjalanan ke Pasar Atas, Pasar Lereng dan Pasar Bawah
Jajaran penjual nasi kapau di pasar lereng, gambar dari bhellabhello.wordpress.com



 Di depan jam gadang, ada pasar atas yang merupakan pasar wisata. Bukan sekedar nama, pasar ini memang terletak di atas. Ia dipisahkan oleh tangga dengan yang cukup tinggi dengan pasar bawah. Di pasar atas, banyak dijual barang-barang seperti fashion atau handicraft yang bisa dijadikan oleh-oleh.Selain melewati tangga yang cukup curam (ada banyak tangga, seperti jenjang gudang dan jenjang sex--konon kabarnya dinamai demikian karena kalau seorang gadis naik tangga ini menggunakan rok, dalamannya bisa terlihat dari bawah :D), kita bisa mengikuti jalannan melandai yang tentu saja juga banyak pedagangnya. Area ini disebut pasar lereng. Yang paling terkenal di pasar lereng adalah deretan pedagang nasi kapau serta los-los yang menjual pakaian bekas impor. Orang-orang di Bukittinggi menyebutnya pasar botik.
Pasar bawah tidak terlalu mencolok, disini sama saja seperti pasar biasa tempat orang berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Lanjut Ke Benteng Fort De Kock - Kebun Binatang Kinantan
gambar dari id.dbpedia.org
 Peninggalan sejarah lainnya yang harus anda kunjungi adalah Benteng Fort De Kock. Benteng ini tepat berada di atas bukit yang dikelilingi pohon pinus. Disini juga terdapat wahana outbond yang bisa digunakan.Benteng ini juga terhubung dengan kebun binatang Kinantan yang berada di bukit di seberangnya. Keduanya dihubungkan oleh jembatan limpapeh yang cantik ini. Dari atasnya kita bisa melihat pemandangan di sekitar kampung Cina dekat pasar atas.
Kebun binantang Kinantan ini cukup lengkap, ada hewan langka seperti Harimau Sumatra dan Orang Utan.

Saatnya Wisata Alam ke Ngarai Sianok - Lubang Jepang - Tembok Besar
gambar dari travel.detik.com
 Lobang Jepang adalah goa bekas markas bawah tanah penjajahan Jepang dulu. Goa ini sudah dimodifikasi sedemikian rupa, Sehingga di tempat ini sudah ada lampu dan ada yang berjualan juga. Tidak jauh dari Lobang Jepang ada pintu masuk menuju Great Wall, tembok besar yang menghubungkan Bukittinggi dan Koto Gadang (Agam). Tempat ini merupakan versi lebih kecil dari tembok besar Cina. Karena menghubungkan dua kota, tembok besar ini cukup panjang. Yaitu sekitar 1 km. Melintasi great wall ini kita disuguhi dengan pemandangan ngarai sianok yang indah.

Bertamu ke Rumah Bung Hatta
gambar dari jotravelguide.com
 Rumah peninggalan bung hatta sudah menjadi cagar budaya dan dibuka untuk umum. Untuk mengunjunginya tidak dipungut biaya. Kita hanya perlu menyumbang seikhlasnya pada kotak yang sudah disediakan. Perabotan-perabotan di rumah ini juga dibiarkan masih sama seperti aslinya. Letaknya tidak jauh dari pasar bawah.

Perpustakaan di Puncak Bukit
gambar dari id.dbpedia.org
 Pemerintah Bukittinggi memang cukup unik. Kantor walikotanya tidak berada di tengah kota seperti pada kota-kota lain. Di Bukittinggi, komplek pemerintahannya justru ada di pinggiran dan terletak di puncak bukit. Di depannya terdapat perpustakaan proklamator yang berdiri mewah. Bagi pecinta buku, perpustakaan ini adalah tempat paling nyaman untuk bersantai. Lihat saja penampakan di atas. Koleksi-koleksi bukunya juga lengkap lo.

Dari Perpustakaan Ayo Menonton Pacuan Kuda
gambar dari bukittinggi.info
Jika beruntung, waktu kunjungan anda ke Bukittinggi bisa bertepatan dengan waktu berlangsungnya pacuan kuda di bukit ambacang. Acara pacuan kuda antar kontingen kota sudah menjadi agenda tahunan, biasanya diadakan pada bulan maret.
***
Bukittinggi memang meninggalkan pengalaman yang luar biasa bagi saya. Selain tempat wisata yang menarik, disini juga masih terjaga kearifan budaya lokal. Hampir setiap waktu bisa disaksikan arak-arakan adat saat acara pernikahan. Atau acara khatam alquran yang dirayakan sangat meriah sampai jalanan harus ditutup.
gambar dari izzawa.wordpress.com
Jadi bagaimana? Tertarik merasakan pengalaman liburan di indonesia seperti saya? Ayo atur jadwal perjalananmu ke Bukittinggi sekarang. Biar nggak repot dan memastikan semjua destinasi kamu kunjungi, gak ada salahnya untuk menyerahkan saja pengaturannya pada biro travel terpercaya. Seperti HIS Travel Indonesia yang memiliki beberapa layanan paket wisata. Diantaranya adalah paket wisata domestik ke beberapa kota di Indonesia, salah satunya Sumatra Barat. Tentu saja Bukittinggi masuk ke dalam jadwalnya :).

Artikel ini diikutkan dalam Domestic Holiday Blogger Competition

1 komentar:

  1. Sumatera tanah surga. Apalagi perpustakaan itu, pengen sekali ke sana.

    BalasHapus

Ayo, tinggalkan jejak... :)