Sabtu, 08 Oktober 2016

Semua Pedagang Bisa Online Bersama Kioson

Jual beli/transaksi antar manusia sudah ada semenjak zaman prasejarah. Walaupun berada di puncak kllasifikasi organisme, manusia tetap punya keterbatasan. Oleh karena itu muncul system barter untuk tetap menutupi kebutuhan yang tak bisa mereka penuhi sendiri.
Seiring perkembangan zaman dan evolusi kecerdasan manusia. Transaksi itu menjadi lebih khusus dan tertata. Mulailah diciptakan alat tukar (mata uang) sebagai acuan. Dan dibuatlah sebuah tempat untuk mempertemukan penjual dan pembeli (pasar).

Memasuki era digital, prilaku belanja masyarakat pun bergeser. Dalam ritme kehidupan urban yang dinamis, orang orang lebih memilih jika bertransaksi secara online dari rumah. Ini lebih praktis dan tidak mengganggu kesibukan mereka lainnya. Ketimbang repot-repot melakukan penawaran di pasar, akan lebih praktis bila cukup klik dan transfer saja dari rumah. Sebagiannya malah bisa COD (cost on delivery).

Bergesernya prilaku masyarakat ini berpengaruh juga pada siklus perputaran uang di pasar konvensional (baik pasar, kios atau swalayan). Ini memaksa pelaku bisnis ini untuk “mengikuti” perkembangan. Retailer besar seperti Indomaret, Alfamart dan Matahari Mall pun akhirnya membentuk market place online mereka sendiri. Jadi sekarang selain penjualan dari toko, mereka juga mendapat pemasukan dari transaksi di toko online.
Lalu bermunculanlah e commerce yang menjangkau seller yang lebih luas. Sebut saja nama nama seperti Elevenia, Lazada, Bukalapak. Sayangnya marketplace yang sudah ada ini belum mampu menjangkau pedagang pedagang kecil seperti pemilik toko kelontong atau kios kios pulsa di pinggir jalan. Akibatnya pedagang kecil ini semakin tersingkirkan dari perkembangan zaman.

Untungnya ada e-commerce baru yang aware tentang masalah ini. Sesuai dengan motonya #semuabisaonline, “KIOSON” hadir segai jembatan kesenjangan digital UMKM. Pemilik toko kelontong dan/atau bahkan penjual pulsa sekalipun bisa menjangkau konsumen yang lebih luas. Selain menjual produk yang ada di toko mereka, seller juga bisa mempromosikan barang barang lain yang ada di database KIOSON. Barang barang itu mencakup produk fashon, gadget, kebutuhan harian sampai pulsa, token listrik dan tiket pesawat. Dengan ongkir yang flat 10.000 ke seluruh Indonesia. Seller bebas menjual barang barang yang ada di kioon dengan menyesuaikan harga sesuai dengan keuntungan yang diinginkan seller.

Saya sudah mencoba menggunakan kioson, dengan interface yang sederhana membuat pemilik toko toko kecil yang umumnya adalah ibu-ibu lebih gampang menggunakannya. Saya juga sempat menghubungi customer service untuk menanyakan system yang diberlakukan di kioson. Dan respon dari csnyasangat cepat. Saya hanya perlu mengklik tombol “hubungi cs” di apps, lalu beberapa detik kemudian cs dari kioson menghubungi saya. Penjelasan dari cs ini sudah cukup sebagai pedoman untuk menjalankan kiososn.

Kelebihan lainnya dari kioson adalah tidak ada batasan minimal saldo yang harus di top up. Bahkan dengan uang 10.000 pun kita sudah bisa mengisi saldo di kioson yang bisa dipakai untuk melakukan transaksi. Sebagai member baru kita mendapat bonus saldo 5000 dan begitu top up pertama minimal 100.000 mendapat bonus saldo lagi sebanyak 25.000. aplikasi ini cocok sekali bagi pedagang-pedagang kecil yang ingin meningkatkan pengahsilan dengan “go onine”.

Selain itu kita bisa juga mencetak struk belanja di kiososn dengan menghubungkannya ke printer via Bluetooth. Tentu saja, keterangan di struck juga bisa dicostume sesuai dengan toko kita.
Oh iya, kioson juga menyediakan dua paket yang sesuai dengan kebutuhan kita loh :

1. Paket Gold. PAket ini cocok sekali bagi pemilik-pemilik toko yang masih awam dengan online shop dan belum memiliki tablet. Dengan uang Rp. 900.000,- sudah dapat satu tablet, berikut starterkit berupa panduan bisnis, banner untuk dipasang ditoko dan saldo kioson senilai Rp.100.000,-

2. Paket Go, ini paket paling simple dan ditujukan buat yang sudah melek dengan dunia online. Saya sendiri bergabung di paket ini. Kita cuma perlu mendownload aplikasi kioson di playstore. Selanjutnya tinggal ikuti instruksi yang ada. Biayanya gratis, kita cuma perlu top up saldo saja.

Namun karena mungkin masih dalam tahap awal, masih ada beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki pihak kioson. Diantaranya adalah sebagai berikut :

• User interfacenya kurang ergonomis jika dipakai di smartphone dibawah 5 inci (bisa dimengerti karna kioson memang dibuat untuk berpasangan dengan tablet). Tapi perlu diperhatikan juga, bahwa sebagian besar orang lebih banyak menggunakan smartphone dibanding tablet.

• Top up saldonya agak ribet, memang sih sudah bisa dilakukan dengan ATM. Tapi akan lebih baik, jika kioson juga mengikuti gerakan markerplace lain yang sudah bekerja sama dengan retailer besar seperti indomaret. Kalau tidak punya ATM dan rekening sinarmas, beberapa BANK akan meminta biaya tambahan untuk transfer.

• Tidak ada keterangan untuk FAQ di apps. Cuma ada tombol panggil CS. Menurut saya sebaiknya tetap diadakan keterangan untuk FAQ di apps. Supaya untuk hal hal umum bisa dibaca sendiri oleh member tanpa harus menghubungi customer service. (Kalau di webnya ada, di apps aja yang gak ada. Kalau beli paket Gold udah sekalian keterangannya di starter kit).

• Masih ada beberapa bagian yang berada dalam tahap perkembangan (seperti untuk pembelian tiket pesawat, kereta api maupun pembayaran cicilan)

• Sebaiknya kioson memiliki ekspedisi sendiri untuk menjamin barang barannya sampai ke buyer.

• User interfacenya mungkin bisa dikembangkan lagi supaya lebih sederhana dan gampang digunakan. Mengingat pengguna kioson sebagin besarnya adalah ibu-ibu yang belum terlalu akrab dengan internet.

Itu aja sih pengalaman saya menggunakan kiososn. Yang jelas, kioson ini asik banget buat jadi bisnis sampingan saya. Ayo didownload juga, biar #semuabisaonline.Untuk download bisa meluncur kesini.


sumber gambar :
http://peaunsri.blogspot.co.id/
http://uangteman.com/
http://kioson.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ayo, tinggalkan jejak... :)