Minggu, 09 Oktober 2016

Penjara Bernama Comfort Zone

Saya pernah baca sebuah buku (lupa judulnya), ada satu fabel yang sangat menarik.Ceritanya tentang kodok rebus. Jadi ada kodok yang tercebur ke dalam panci berisi air yang akan dimasak. Air yang tadinya dingin perlahan lahan berubah hangat, membuat si kodok merasa nyaman. Sehingga dia tidak peduli ketika panci itu akhirnya ditutup. Ia terus berenang santai memuatari panci. Tapi lama kelamaan air itu semakin panas bahkan sampai mendidih.Kodok tersebut tak bisa keluar karna panci sudah ditutup. Akhirnya si kodok mati kepanasan.

Boleh jadi kita adalah kodok rebus itu. Ketika sudah merasa nyaman, kita akhirnya terlena hingga tidak awas dengan sekitar. Kita enggan keluar untuk menjadi lebih baik, (atau menyelamtkan diri). Ketika keadaan berubah gawat baru kita bertindak. Padahal itu sudah sangat sangat terlambat.

Zona nyaman atau comfort zone mirip seperti penjara. Bedanya kita dengan sukarela memasuki penjara ini. Saya bahakan telah dua kali memenjarakan diri saya dalam comfort zone. Akibatnya parah, hidup jadi flat, tidak ada tantangan dan berjalan mundur. Tapi tidak boleh ada kata terlambat kan. Berikut ini beberapa hal yang akan saya lakukan untuk keluar dari zona nyaman :

1. Mengambil resiko.
Hal pertama yang menyebabkan kita terpenjara di zona nyaman adalah sifat pengecut. Jadi yang harus dilakukan ertama kali adalah melawan rasa takut itu. Salah satunya adalah dengan mengambil resiko. Hidup tidak sepenuhnya bisa diselesaikan dengan hitung hitungan matematis.

2. Berpikir berseberangan
What people think itu tidak penting. Tapi sangat berguna. Bagaimanapun kita tidak akan pernah bisa objektif menilai diri sendiri. karena itu opni orang lain akan bermanfaat bagi kita.Sesekali kita harus berpikir dari sudut pandang orang lain.

3. Bercerita dengan orang baru
.
Kadang kadang kita terlalu disibukkan dengan rutinitas. Sehingga tidak ada waktu untuk melihat dunia. Sesekali coba berinteraksi dengan orang diluar lingkaran biasa. Maka kita akan sadar bahwa selama ini kita telah jadi katak dalam tempurung.

4. Menghubungi teman lama.

Cobalah mengobrol dengan teman lama, atau sekedar chat di whtasupp. Sebentar saja kita akan sadar bahwa ada yang salah. Biasanya orang yang sudah lama tidak bertemu lebih bisa melihat perubahan.

Itu bebeapa hal yang akan saya lakukan untuk keluar dari zona nyaman ini. Semoga keputusan saya tepat :).

Sumber Gambar :
linikini.id
http://athohirluth.lecture.ub.ac.id/files/2014/09/comfort-zone.jpg

4 komentar:

  1. yg pasti dipilih itu berani ambil resiko. ya, resiko cuma ada 2 lho, enak dan ga enak, gagal dan berhasil, jele dan bagus, negatif dan positif. keluar dari comfort zone dan mencoba hal baru itu memang harus

    BalasHapus
  2. Aku jugak akhirnya keluar dari comfort zone. Nekat malah. Tapi sesuai dengan keyakinan yg aku anut dan aku pikir ini yg terbaik, jadi bismillah aja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awalnya memang ada takut dan khawatirnya pasti :D

      Hapus

Ayo, tinggalkan jejak... :)