Rabu, 26 Oktober 2016

Kecuali orang tuamu sekaya Bill Gates atau kamu Sejenius Mark Zuckenberg, 7 hal ini jadi alasanmu untuk tetap melanjutkan kuliah.

Akhir akhir ini banyak sekali bertebaran kisah motivasi tentang para CEO miliarder yang tidak lulus kuliah. Sebagian dari mereka malah memilih untuk DO secara sukarela. Tujuan awal dari penulisan artikel itu mungkin sebagai pemacu semangat bagi orang-orang kurang beruntung yang tidak sempat mengenyam bangku perkuliahan. Maka kita disodorkan kisah sukses Mark Zuckenberg yang pernah DO tapi sukses dengan Facebooknya. Atau Bill Gates yang juga dan jadi miliarder berkat MIcrosoftnya.
Tapi ironisnya, kisah tersebut justru dijadikan kambing hitam bagi sebagian oknum mahasiswa untuk tidak meneruskan kuliahnya. Alasannya bisa beragam, mulai dari jurusan yang ternyata tidak cocok samapi hal remeh macam tugas dari dosen -___-. Mereka lupa bahwa DO lantas tak langsung membuat mereka jadi sekeren Mark Zuckenberg. Setidaknya mereka juga harus membaca kisah Merry Riana yang tertatih menyelesaikan kuliahnya. Dan akhirnya dia jadi finansial consultant sukses tak hanya di Indonesia, tapi juga di Asia.

Kesuksesan memang tak selalu berbanding dengan latar belakang pendidikan. Tapi tentu saja sukses juga tak berbanding dengan "Drop Out". Kecuali kamu memang sejenius Mark Zuckenberg, atau punya warisan miliaran seperti Bill Gates. Berikut alasan kenapa kamu harus tetap menyelasikan kuliah sampai selesai.

Kuliah membuat kita disiplin belajar

Sukses tidak didapatkan secara instan, semua tahu itu. Untuk sukses kita perlu mempelajari beberapa keterampilan. Baik yang akademis maupun yang praktis. Sebagai manusia, kita punya otak yang memungkinkan kita untuk belajar sendiri. Pertanyaannya apakah kita punya cukup tekad untuk mempelajari hal itu? Kalaupun ada seberapa disiplin kita? Nah, perkuliahan justru membantu kita untuk disiplin mempelajari hal itu. Karena di tiap semester kita sudah disediakan silabus untuk dipelajari.

Kampus merupakan laboratorium gratis untuk mempelajari berbagai karakter manusia yang akan ditemui di dunia kerja nantinya

Di dunia luar nantinya, kita akan bertemu banyak orang dengan banyak karakter. Orang orang dengan beragamn karakter ini akan berhubungan dengan kita. Sebaik sebagai rekan kerja, mitra bisnis, klien atau bawahan. Kepada orang orang itu kita harus bersikap ekstra bijaksana. Karena bagaimanapun menyebalkannya, mereka akan selalu ada disekitar kita. Di kampus sebenarnya kita bisa menemukan karakter serupa, dalam lingkup lebih kecil. Mereka bisa dosen, rekan satu kelompok atau anggota organisasi yang kamu pimpin. Dengan mengenali karakter tersebut lebih awal kamu bisa lebih siap menghadapinya di dunia luar nantinya.

Nggak cuma akademis, sebenarnya kamu juga belajar soft skill di kampus

Lewat tugas kelompok atau UKM yang diikuti sebenarnya kita juga belajar soft skill yang diperlukan di lapangan nantinya. Seperti leadership, self awareness, emphaty dan sebagainya. 

Kampus merupakan lingkungan pertama kamu untuk menciptakan jaringan

Sebagai mahluk sosial, kamu tak bisa hidup sendiri. Untuk sukses pun  kamu nggak bisa maju sendiri. Kamu tetap memerlukan orang lain. Dan kampus adalah lingkungan pertama kamu untuk menciptakan jaringan. Kalau kamu membangun start up, teman teman kampus kamu bisa jadi prospek pertama untuk memasarkan jasamu.

Di Kampus kamu juga bisa menemukan Soulmate dalam Bisnis

Seperti pernikahan, menciptakan bisnis itu juga memrlukan partner yang tepat. Seperti Larry Page dan Sergey Brin yang sukses dengan Google. Jika partner Larry bukan Sergey mungkin Google tak akan seperti sekarang. LArry beruntung karena ia memulai bisnis dengan soulmatenya. Kalau kamu mau seperti Larry juga, kamu harus menemukan soulmate kamu juga. Dan kemungkinan besar soulmate itu adalah teman kuliahmu sendiri.

Disadari atau tidak, tugas aneh dari dosen justru merupakan latihan kamu untuk disiplin mengerjakan proyek

Agar berhasil dalam dunia profesional, waktu menjadi komponen utama. Orang akan menilai kamu dari komitmen kamu untuk menyelesaikan proyek tepat waktu. Dimanapun orang orang tidak akan memberikan toleransi untuk kelalaian. Nah tugas dari dosen yang selama ini kamu pikir memberatkan justru merupakan latihan kamu untuk tepat waktu.

Gelar akademis bisa membantu menyelamatkan kamu yang belum berpengalaman 

Jika kamu belum punya modal yang cukup, kamu tetap bisa memulai sebuah usaha. Caranya adalah dengan join, silahkan ajukan proposal kamu kepada sponsor yang sesuai. Hanya saja sposnsor tentu memilih orang-orang yang berpengalaman juga untuk mengelola investasi mereka. Beruntung bagi kamu yang sarjana, gelar akademismu (yang relevan dengan bidang yang akan kamu geluti) bisa membantu menaikkan namamu, bahkan jika kamu belum berpengalaman.

Itu tadi Tujuh manfaat menyelesaikan kuliahmu. Ayo belajar yang sungguh-sungguh, di luar sana masih banyak orang yang tak seberuntung kamu ingin menggantikan posisimu. :)

Sumber gambar : itukah.com

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ayo, tinggalkan jejak... :)