Minggu, 26 Desember 2010

“Poetry Hujan: Qasidah Perindu Hujan”

tanahku merekah pecah
dewi sri urung lahir 
Apalah dayanya jika kau tak datang
pun, kincir2 air kami tak dapat bergerak
karena sungai  mendangkal
menampakkan dasarnya 
dengarlah desah-desah tanah, kekasihmu
yang setia menantimu
ia jadi mandul tanpamu
dari rahimnya tak mampu lagi tumbuh buah-buah ranum
hujan, dengarlah qasidah kami



uisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis

2 komentar:

  1. terimakasih atas partisipasi sahabat dalam kuis poetry hujan...^^

    BalasHapus
  2. makasih mbak, salam kenal. :D

    BalasHapus

Ayo, tinggalkan jejak... :)