Selasa, 16 Maret 2010

Titik Nadir

Ketika manusia berada di titik nadir kehidupannya, hanya ada dua kemungkinan. Dia mampu menemukan jalan untuk keluar dari titik nadir tersebut dan menjadi seorang juara. Atau ia akan makin terpuruk dengan keadaan itu dan selamanya jadi pecundang.
Semua orang pasti pernah berada dalam keadaan ini, hanya saja mereka memiliki cara yang berbeda ketika berada dalam situasi ini. Namun nasehat yang paling umum didengar adalah untuk "sabar", "tawakkal" beserta kawan-kawannya, seperri yang saya baca di blog salah satu rekan. Sederhana sekali memang, namun menjadi sesuatu yang sangat luar biasa ketika harus diamalkan.
Bagaimanapun ketika menghadapi keadaan ini, kita semua pasti berusaha untuk keluar dari situasi tersebut. Namun tidak ada yang bisa menjamin, kita telah menempuh jalan yang pas atau tidak sehingga nanti menentukan kita akan menjadi "the winner" atau "a truly looser".
Bila semua kata-kata motivasi dan nasehat tidak ada pengaruhnya lagi, adakah hal lain yang bisa ditawarkan?

4 komentar:

  1. jadi apa yang harus dilakukan ketika berada di titik ini

    BalasHapus
  2. Pd akhirnya tiap kita akan mempertanggungjawabkan segala2 perbuatan dihadapanNya.
    Jd ketika nasihat n support kebaikan tak mempan lagi, tinggallah doa kita menyertai smg Allah msh menyayanginya. Selebihnya, pilihan ada pada yg menjalani....

    BalasHapus
  3. berdo'a, insya Allah
    makasih sarannya

    BalasHapus

Ayo, tinggalkan jejak... :)