Senin, 14 Desember 2009

Tidak sekejam Firaun, tidak sebaik Musa

Pada zaman kekhalifan dulu, ada seorang kalifah yang sering menuai kontroversi karena kebijakannya. Banyak ulama yang memberi kritikan padanya. Namun demikian ia tetap menjalankan pemerintahan sesuai ketentuan. Suatu hari sangb khalifah tidak sengaja mendengar seorang ulama yang memberi sindiran tajam padanya ketika memberi ceramah di sebuah masjid. Saat itu khalifah terkejut, namun kemudian ia berpikir sang ulama hanya khilaf.
Berikutnya khalifah mendengar sindiran yang sama dari ulama tersebut di masjid yang lain. Tak pelak sekarang khalifah marah dan tersinggung lalu memanggil ulama tersebut.
"Apa kau tahu Musa?"
"Tentu saja yang mulia"
"Lalu apa kau lebih baik dari dia?"
Sang ulama berpikir sejenak dan berkata " tidak.........."
"kau tahu kekejaman firaun?"
Ulama itu mengangguk
"Apa aku lebih kejam dari Firaun, Firaun telah membunuh semua bayi laki-laki dan mengaku sebagai Tuhan. Apa aku lebih kejam dari dia?"
Sang ulama terdiam
"Kamu tidak lebih baik dari Musa dan aku tidak lebih kejam dari Firaun. Lalu kenapa kau tidak bisa bersikap lebih halus kepadaku?
***
Setelah itu sang ulama jadi lebih baik lagi menyampaikan kritikannya dan lebih menghormati khalifah. Ia tetap sering memberikan pengajian di masjid-masjid.
(dikutip dari "like father like son")
Ceritan ini sangat cocok sekali dengan kondisi di negara kita sekarang, bahwa ternyata tokoh-tokoh ulama seperti ini banyak sekali. Mungkin lebih baik kita menyampaikan pendapat dengan cara yang lebih baik.

1 komentar:

Ayo, tinggalkan jejak... :)