Minggu, 09 Agustus 2009

Tentang kuda laut dan cinta sejati

Mimi Lan Mintuna
Pada salah satu suku bangsa kita terdapat tradisi mengucapkan selamat kepada pengantin baru dan mendoakan mereka supaya perkawinannya langgeng dan bertahan bak "mimi lan mintuna" (seperti mimi dan mintuna).
Mimi dan mintuna adalah sepasang kuda laut (hyppocampus sp) yang dulu sempat menjadi lambang pertamina---tanya kenapa?--- Konon, bila si mimi mati si mintuna jga ikut-ikutan mati. Seperti sepasang "soulmate", makanya si mimi dan mintuna ini sering bnget jadi lambang cinta. Cinta sehidup semati !

Tentang Cinta
Tapi apa cinta harus seperti itu? Bagaimana kalau ternyata pasangannya itu pemabuk lalu meninggal. Apa kekasih yang ditinggalkan juga harus ikut-ikutan mabuk lalu meningal dan bertemu di akhirat? Saya tahu ungkapan seperti mimi dan mintuna ini mungkin hanya untuk memotivasi para pengantin baru untuk mempertahankan pernikahan mereka kelak. Tapi saya jadi tergerak mencari tahu seperti apa cinta sejati sesungguhnya.
Cinta adalah sesuatu yang sulit didefinisikan, secara psikologis cinta merupakan suatu emosi yang kompleks. Didalamnya terdapat emosi bahagia, sedih, cemburu dan sebagainya.
Tapi seringkali cinta dihubungkan dengan syahwat. Seperti yang terdapat dalam mitologi Yunani. Konon Cupid, sang dewa cinta akan tetap bertubuh bocah bila ia berada jauh dari saudaranya Eros yang merupakan perlambang dari nafsu. 

Cinta sejati menurut Islam
Seperti yang dikutip dari situs http://www.adriandw.com, cinta sejati menurut islam (konteksnya antar manusia) adalah :
  1. Cinta tersebut karena Allah SWT
  2. Memenuhi segala aturan yang dibuat Allah SWT
  3. Sex bukanlah cinta dan cinta bukanlah sex, tetapi sex adalah bunga-bunga cinta yang hanya boleh ada dalam pernikahan dan hanya dengan orang yang dinikahi
  4. Cinta bukan uang atau harta atau duniawi, tapi cinta membutuhkan uang, harta dan duniawi
Kembali lagi kemasalah si Mimin dan Mintuna tadi, jelas konyol sekali bila kita harus persis sama dengan mereka. Bagaimanapun ungkapan itu seperti dijelaskan tadi hanya untuk memotivasi manten untuk memperjuangkan pernikahan kelak.
Cinta sehidup semati adalah ketika sepasang suami istri saling mengasihi di dunia juga sama-sama berjuang untuk kepentingan akhirat. Hal ini tentu saj dilakukan dengan menjalankan syariat. Disinilah tanggung jawab suami untuk membimbing istrinya. Kalau sudah begini mufah-mudahan bisa jodoh juga di akhirat.
Bagaimanapun, cintakita kepada pasangan tidak boleh melampaui rasa cinta kepada yang menciptakan rasa cinta itu sendiri. 








2 komentar:

Ayo, tinggalkan jejak... :)