Rabu, 29 Juli 2009

Demi Menonton Sinetron

SOURCE: KOMPAS, minggu 26 july 2009
Pemerintahan Korea Utara ternyata memang sangat tertutup dari negara lain. Konon,  yang berani menonton siaran-siaran dari Korea Selatan atau negara lainnya bisa dianggap residivis dan mendapat hukuman yang berat juga. Sementara acara-acara televisi di negara itu sepenuhnya dipegang oleh negara.
Namun, penduduk Korea Utara justru makin berani menyaksikan drama0drama keluaran Korea Utara tersebut. Para pedagang pun dengan beraninya memajang : "menjual vcd". Pemerintah sering mengadakan razia ke rumah-rumah. Salah seorang warga mengatakan bila petugas datang dan menemukan mereka sedang menonton sian KorSel, Mereka memberinya uang atau mengajaknya nonton bareng. Walah................sampai segitunya demi nonton sinetron.
Saya juga pernah melihat di NATIONAL GEOGRAPHIC, kalau ternyata presiden KorUt sendiri pecandu film-film luar sementara ia melarang warganya menyaksikan tayangan tersebut.
Jadi, "beruntung"lah di Indonesia masih boleh bikin sinetron yang "bagus". Benar tidak????
Saya masih berharap kalau nanti masih ada drama-drama TV yang bermakna tak cuma komersil sekelas Si Doel atau Keluarga Cemara.

2 komentar:

  1. Toh pemerintah brati bisa nyuapin tp gx bs makan sendiri.. Perlu di demo.. Ehm m m

    BalasHapus
  2. mmh, yah walaupun saya tidak suka sinetron
    tapi pemerintah KorUt tetap kebangetan menurut saya

    BalasHapus

Ayo, tinggalkan jejak... :)