Selasa, 17 Februari 2009

kisahku: balada pencari toilet

        Hidup itu bener-bener sebuah perjuangan fren............
bahkan buat sekedar mencari kamar kecil untuk melepaskan dorongan alam, setidaknya demikianlah yang saya rasakan.
        Cerutanya waktu itu saya harus mengurus kartu mahasiswa saya di kampus pusat, untuk itu saya sengaja datang pagi-pagi dari rumah untuk mencegah antrian yang nanti kepanjangan. Saya berangkat pukul 03.30 dari rumah (dari kota tempat tinggal saya butuh waktu tiga jam). Tapi karna kepagian saya tidak sempat melakukan kebiasaan saya untuk BAB (maaf) pada paginya, jadi saya kebelet setelah sampai di lokasi. Hal pertama yang saya lakukan adalah mencari toilet bukannya ikut antri karna emang baru akan dibuka pada pukul 08.30, tapi sudah banyak yang mengantri.
         Tapi karna saking paginya toiletnya masih dikunci sodara-sodara, akhirnya saya memutuskan untuk pindah ke toilet mesjid dekat kampus, udah ga tahan rasanya. Ups, lagi-lagi toiletnya masih dikunci. Untuk menumpang pada penduduk sekitar ga mungkin, malu lah.   Saya terpaksa harus ngankot segala, karna tempat umum yang memungkinkan memiliki toilet agak jauh. Tiga kali saya harus berhenti dan tidak menemukan toilet, bahkan di swalayan terdekat yang sedang direnovasi. Tapi tetap saja 'gagal', kebayang kan penderitaan saya.
         Sampai akhirnya saya berhenti di sebuah mesjid yang alhamdulillah toiletnya sudah dibuka. Kalian akan setuju kalau saya bilang kalau waktu itu syukur saya lebih dahsyat ketimbang orang yang baru saja dapat undian dua miliar.
         Tapi ternyata kata  sang garim, pompanya lagi rusak. Walhasil saya harus menimba air secara manual dulu di sumur, untung saya masih kuat nahan.
          Saya jadi agak telat dan agak lama juga ngantrinya, karna kehabisan waktu nyari toilet. Beberapa saat kemudian, teman-teman saya pun mulai berdatangan, ketika saya ceritakan hal itu mereka semua menertawai saya.
          Sudahlah.......yang jelas waktu itu saya dapat pelajaran yang cukup berharga : "Segala sesuatynya butuh perjuangan", dan itu sudah saya buktukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ayo, tinggalkan jejak... :)